CARA BETERNAK KELINCI



Cara mudah budidaya kelinci
Anda yang menyukai dan hobi kelinci ada baiknya mempelajari lebih dalam lagi Cara dan Teknik Budidaya kelinci atau beternak kelinci. Karena dengan mempelajarinya, selain Anda bisa menyalurkan hobi, Anda juga bisa mengambil keuntungan dari hasil budidaya kelinci ini. Biasanya orang yang terjun ke salah satu jenis usaha yang didasari oleh hobi atau kegemaran akan mendatangkan kesuksesan yang besar.
Bulu dan daging adalah hasil yang bisa diambil dari beternak kelinci, selain itu kotorannya juga bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Bulu kelinci bisa dimanfaatkan untuk bahan pembuatan tas, jaket dan lain-lain. Dagingnya bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh manusia. Hal ini menjadikan usaha budidaya kelinci cukup prospektif dan menjanjikan.
Lokasi Budidaya/Beternak
Pemilihan lokasi salah satu penentu keberhasilan budidaya atau beternak kelinci. Untuk itu penentuan lokasi perlu memperhatikan hal-hal berikut:
  • Dekat sumber air
  • Terbebas dari gangguan asap
  • Terbebas dari gangguan bau
  • Jauh dari kebisingan
  • Terlindung dari predator
Persiapan Kandang
Kandang adalah tempat bernaungnya atau berlindungnya kelinci dari hujan, panas dan lain-lain. Kandang kelinci dibuat berdasarkan kategori kelinci, yaitu :
  • Kandang induk betina
  • Kandang induk jantan
  • Kandang perkawinan
  • Kandang anakan
Jangan mencampurkan kelinci betina dan jantan yang berumur di bawah 5 bulan dalam satu kandang, karena kalau terjadi perkawinan bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada kelinci dan risiko kematian anak yang tinggi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang kelinci adalah:
Ada tempat pakan dan minum
  • Sirkulasi udara lancar
  • Aman dari predator
  • Suhu ideal 21° C
  • Lama pencahayaan ideal 12 jam
Cara mudah budidaya kelinci
*Kandang berukuran 200x70x70 cm tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anakan ukuran 50x30x45 cm.
Pembibitan Kelinci
Pemilihan bibit kelinci disesuaikan dengan tujuan budidaya kelinci. Jika tujuannya untuk menghasilkan bulunya, maka pilihlah bibit kelinci dari jenis kelinci yang berbulu lebat seperti Angora, American Chinchilla dan Rex. Jika tujuannya untuk menghasilkan dagingnya, maka pilihlah bibit kelinci dari jenis kelinci berbobot besar seperti Belgian, Californian, Flemish Giant, Havana, Himalayan dan New Zealand. Secara spesifik untuk keduanya harus punya sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, lincah/aktif bergerak.
Perawatan Bibit dan calon induk
Perawatan bibit menentukan kualitas induk yang baik pula, oleh karena itu perawatan utama yang perlu perhatian adalah pemberian pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.
Perkawinan
Induk betina dan jantan dikawinkan setelah mencapai umur 5 bulan dengan menempatkannya di dalam satu kandang. Waktu kawin pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.
Kelahiran
Setelah perkawinan, kelinci akan mengalami kebuntingan selama 30-32 hari. Kebuntingan pada kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan. Bila terasa ada bola-bola kecil berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang kelahiran induk dipindah ke kandang beranak untuk memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan cara merontokkan bulunya. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari sering menyebabkan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.
Pembiakan
Ada 3 metode pembiakan dalam beternak atau budidaya kelinci, yaitu :
  •  In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
  • Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
  • Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.
Pemberian Pakan
Budidaya kelinci membutuhkan pakan. Jenis pakan yang diberikan berjenis rerumputan meliputi rumput lapangan dan rumput gajah. Berjenis sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang. Pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Pakan dan minum diberikan dipagi hari sekitar pukul 10.00. Kelinci diberi pakan dedak yang dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput sedikit/secukupnya dan pukul 18.00 rumput diberikan dalam jumlah yang lebih banyak. Pemberian air minum perlu disediakan di kandang untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuhnya.
Demikan artikel singkat cara mudah budidaya kelinci. Semoga bermanfaat.